Rantau Panjang, 20 Agustus 2025
Pemerintah Desa Rantau Panjang dukung acara kebudayaan Ritual Tradisi Mandi Safar 26 Shafar 1447 Hijriyah atau 20 Agustus 2025.
Seperti kebiasaan tahun-tahun sebelumnya warga Desa Rantau Panjang berbondong-bondong mendatangi pinggiran Sungai Rantau Panjang tepatnya di samping jembatan atau lazim disebut Jong Gang atau Gang Penambang (ujung gang) di Jembatan Rantau Panjang. Perilaku seperti ini tidak lain adalah untuk melaksanakan ritual tradisi mandi safar.
Kepala Desa Hasanan memaparkan bahwa, Ritual tradisi mandi safar ini merupakan agenda tahunan dan sudah menjadi warisan budaya tak benda secara nasional yang telah diakui dan ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia.
Beberapa tahun terakhir pemerintah desa selalu mensupport atau mendukung kegiatan tersebut dalam rangka melestarikan budaya dan tradisi yang ada, di samping itu juga masyarakat yang hadir juga ikut serta berpartisipasi hadir beramai-ramai dalam acara tersebut.
Kegiatan ritual tradisi ini dilakukan dengan agenda acara Tausyah keagamaan, Pembacaan Do'a Tolak Bala dan Do'a Selamatan yang disampaikan oleh Al Mukarram Ustadz Al Habib Hasan Al Hadad. Uniknya dalam acara ini, masyarakat yang hadir meletakan air dihadapan pemimpin do'a dan masing-masing membawa perbekalan ketupat dan lauknya.
Saat Tausyah dan do'a selesai mereka yang hadir bukannya makan makanan yang telah dibawanya, tapi fokus utama mereka adalah memperebutkan air yang semula diletakan dihadapan pemimpin do'a untuk di ambil kembali.
Tujuan mereka berebutan wadah air mereka adalah menjemput berkah Allah dari perantara Do'a orang shalih. Selain itu juga, panitia pelaksana juga mempersiapkan daun Andong (Cordyline fruticosa) yang bertuliskan Salamun Tujuh dan dibagi-bagikan pada masyarakat yang hadir pada saat itu dan juga membagikan doorfrize bagi pengguna kostum adat terbaik kepada 16 peserta yang terpilih.
Kali ini seperti tahun sebelumnya di tahun 2024 pemerintah desa juga mensupport sepenuhnya kegiatan mandi safar ini melalui pendanaan yang bersumber dari APBDes Tahun Anggaran 2025. Realisasi kegiatan ini dilaksanakan oleh Panitia Pelaksana yang telah dibentuk oleh pemerintah desa yang berunsur dari Pemuda Karang Taruna, Perangkat Desa dan anggota BPD Rantau Panjang. Dalam pembahasan yang dilakukan panitia pelaksana tercetuslah ide dan gagasan yang tidak jauh berbeda seperti tahun sebelumnya, yaitu kegiatan Festival Budaya Tradisi Mandi Safar dan Semarak HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke- 80 Tahun dengan tema kegiatan Merawat Tradisi Lestarikan Budaya Nusantara.
Sementara Kegiatan Ritual Tradisi Mandi Safar saat ini dilakukan merupakan rangkaian agenda kegiatan Festival Mandi Safar, untuk kegiatan Festivalnya akan dilaksanakan Opening atau Pembukaan di Halaman Kantor Desa Rantau Panjang pada hari Jum'at 22 Agustus 2025, yang mana festival budaya ini terdapat beberapa agenda cabang perlombaan.
Untuk kegiatan Festival Budaya Tradisi Mandi Safar di antaranya Lomba Karoke Lagu Melayu tingkat umum, Syair Gulung tingkat umum, Pantun tingkat umum, Ngayam Ketupat tingkat umum dan Loba Baju atau Busana Adat Nusantara tingkat usia 4 hingga 10 tahun.
Sementara untuk cabang lomba Semarak HUT kemerdekaan ke- 80 tahun adalah Lomba Usia Dewasa yaitu Tarik Tambang, Bola Dangdut, dan Lomba Usia Anak-anak yaitu Pidato, Balap Karung, Balap Kelereng, Ragak di kepala dan makan kerupuk. (Admindes)
GALERI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar