• Rantau Panjang

    Bersama Mewujudkan Masyarakat yang beradab dan beradat.

  • Bersama Dalam Mmebangun Desa

    Dengan prinsip kebersamaan kami berkomitmen membangun desa ini secara bersama sama dengan partisipasi dari masyarakat

  • Rantau Panjang Bersinergi bersama masyarakat

    untuk mewujudkan pembangunan yang adil dan merata, kami pemerintah desa rantau panjang mengajak bersinergy dengan berbagai elemnt

  • Alam Desa Rantau Panjang

    Dengan kekayaan alam yang luar biasa dan Desa rantau panjang juga memiliki wilayah kawasan Taman Nasional Gunung palung, di sini banyak potensi yang baik, selengkapnya juga bisa di saksikan di chanel yutube kayong TV .

  • Gotong Royong Budaya Luhur Bangsa

    Gotong royong budaya luhur bangsa kita. Sejak dulu, nenek moyong kita bergotong royong membangun kampungnya. Membangun jalan, saluran, tempat ibadah, pemukiman dan sebagainya..

𝐔𝐩𝐚𝐲𝐚 𝐏𝐞𝐧𝐚𝐧𝐠𝐠𝐮𝐥𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐊𝐀𝐑𝐇𝐔𝐓𝐋𝐀 𝐨𝐥𝐞𝐡 𝐖𝐚𝐫𝐠𝐚 𝐏𝐚𝐝𝐚 𝐌𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐇𝐚𝐫𝐢


Selasa, 17 September 2019, Disaat yang lain terlelap dan nikmat dalam tidur, pada saat yang sama ditempat lain tepatnya diwilayah Transmigrasi, upaya Penanggulangan Bencana KARHUTLA di Desa Rantau Panjang tetap dilakukan oleh sebagian warga untuk menyelamatkan pemukiman dan akses jalan mereka, sementara itu beberapa bidang kebun karet dan sawit warga sudah ludes oleh amukan api yang mengubang kedalam tanah gambut. Sebagian warga kini pasrah karena kerugian secara materi, namun dalam kepasrahan mereka masih tetap berupaya untuk melakukan penyelamatan dan pemadaman api yang telah mengubang kedalam tanah milik mereka hingga malam bahkan hingga menjelang pagi hari.

Kepala Desa dan ditemani oleh salah satu perangkatnya berupaya membantu dan memberikan semangat bagi warga yang terkena bencana dan terlibat langsung dalam upaya pemadaman api yang terjadi di Transmigrasi Desa Rantau Panjang.
Dalam upaya penyediaan air yang sulit dijangkau, Kades mendatangkan 2 pick up untuk melakukan pelansiran air untuk penanggulangan tersebut.
Sejak adanya dan terjadinya KARHUTLA di Desa Rantau Panjang beberapa hari belakangan ini, Kepala Desa selalu intens dilapangan membantu warga bahkan terjun langsung melakukan penanggulangan dan pemadaman, sejak saat itu pula warga Tramsmigrasi siaga berjaga mulai pagi ketemu pagi lagi, selalu dan terus berlangsung selama masih ada kubangan api dilahan usaha mereka. (admin)

Berikut Video Kepala Desa bersama Warga Transmigrasi Lakukan Aksi Penanggulangan KARHUTLA pada malam hari : https//youtu.be/fSE8g8nnb3Y


Share:

𝐇𝐞𝐧𝐭𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐌𝐞𝐦𝐛𝐚𝐤𝐚𝐫❟ 𝐀𝐠𝐚𝐫 𝐔𝐝𝐚𝐫𝐚 𝐊𝐞𝐦𝐛𝐚𝐥𝐢 𝐒𝐞𝐡𝐚𝐭...❗

Lagi-lagi, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Desa Rantau Panjang dan sekitarnya. Tak tanggung-tanggung, SD Filial Semanai terbakar. SMPN 3 Sukadana yang berdekatan dengan RSUD Jamaludin I sorenya terancam dan di kepung api. Untungnya, tim gabungan dan masyarajat mampu menjinakan api tersebut.  



Di Rantau Panjang, informasi warga, sejak pukul 16.00 (13/9/2019), titik api sudah terlihat di ujung tersier 6. Sempat warga berupaya memadamkan. Upaya ini mampu meredam amukan si jago merah beberapa saat. 

Sekitar pukul 22.41, api kembali mengamuk. Kejadian ini disiarkan langsung oleh akun facebook Essan Norest. Amukan dahsyatnya tak mampu diredam. Sebab, hembusan angin yang kencang dan tidak ada sumber air, kendaraan roda 4 atau 6 tifak bisa masuk, membuat api sulit dilerai. Warga berupaya memadamkan semampunya, dengan alat ala kadarnya. Puluhan hektar kebun karet dan sawit warga di tersier 6 dan 7 hangus terbakar. 

Berawal dari titik api dari ujung tersier 6 dan 7 tersebut, hari ini (14/9/2019), api merembet ke arah permukiman warga eks trans SP 1. Kemudian api terus menjalar dari tersier 6 dan 7 ke 8, 9, 10 hingga Desa Penjalaan. 

Warga, TNI, Porli, Tim Karhutla, Kepala Desa dan aparaturnya terjun ke lapangan menjinakan api. Menggunakan alat seadanya, seperti ember, hand spayer, parang dan ranting pohon, warga bersama aparat berjibaku menjinakan api. 

Banyaknya titik api, membuat warga sulit memadamkan. Konsentrasi warga pun terbagi pada titik-titik api yang tersebar, mengamankan kebun-kebun mereka. 

Saat malam awal kejadian, Kepala Desa Rantau Panjang melaporkan kejadian dengan Komandan Tim Karhutla Simpang Hilir, Nanang Koswara ( Danramil). Disampaikan Kades, kondisi angin kencang, air tidak ada, roda 4 dan 6 tidak bisa masuk. Sehingga warga kewalahan menangani api. 

Tanggapan Danramil, besok (Sabtu) diupayakan menurunkan water booming (heli). Tenyata heli tidak bisa merapat, akibat kabut asap di kawasan Kecamatan Batu Ampar. Sementara, mobil damkar BPBD dan lainnya, sedang menangani kebakaran di sekitar RS Sultan Muhammad Jamaluddin dan SMPN 3 Sukadana. 

Petang kemaren, hasil kerja keras warga dan aparat, api sempat mereda. Dari pagi hingga petang mereka berjibaku dengan api. Hasilnya, api reda. Namun kubangan api di lahan gambut tidak bisa dipadamkan. 

Tadi malam hingga pukul 03.20 (15/9/2019), secara swadaya dan seadanya, warga kembali memadamkan kobaran api. Titik api tiba-tiba muncul di tersier 8 ke 9, dekat permukiman warga. Hingga tulisan ini diterbitkan, titik-titik api tersebut terus mengubang di lahan gambut, kebun warga dan saat ini merambah ke tersier 5 tepat dibelakang SD 27 Rantau Panjang dan ditersier 4 bekas gudang padi juga ikut terbakar. Tapi dengan sigap atas informasi warga dan tim karhutla yang berada diwilayah tersebut, pihak BPBD Kayong Utara dan Persatuan Warga Tionghoa Teluk Melano lekas menuju lokasi bencana. Bersama Warga setempat, Tim Karhutla, BPBD dan Persatuan Warga Tionghoa tersebut sijago merah yang sudah mendekati sekolahan tersebut mampu dijinakan dan ditanggulangi.

Sumber video : Agus, S

Kejadian seperti ini seharusnya memberikan pelajaran besar buat kita. Hampir saban kemarau, kebakaran hutan dan lahan terjadi. Dampaknya bukan dari sisi kesehatan manusia saja yang terganggu, namun secara materi juga menjadi korban. Pundi-pundi rupiah (kebun) dan lainnya terbakar. 

Oknum pelaku karhutla cuma 1 atau 2 orang saja, tapi merugikan jutaan jiwa. Perlu diketahui, 99% penyebab kebakaran adalah manusia, baik disengaja atau tidak. Hanya 1% saja faktor alam. Sekitar 70% adalah faktor kesengajaan manusia. 

Sadarkah anda pelaku pembakaran, apa yang ada lakukan merusak kesehatan jutaan jiwa? Merusak kesehatan balita dan anak-anak kecil yang tak berdosa?
Dan sadarkah anda juga telah merusak ribuan mata pencarian orang lain?

Hentikanlah pembakaran hutan dan lahan! Agar udara yang kita hirup baik untuk kesehatan tubuh kita dan anak-anak kita. Agar kita  tidak merusak lapangan pekerjaan dan ekonomi orang lain.
Tahukan anda wahai pelaku, anda membakar lahan/hutan itu dosa besar?
Sadarlah...! (admin)

GALERI BENCANA KARHUTLA DESA RANTAU PANJANG

























Share:

Sponsor

Berita Populer

PEMERINTAH DESA RANTAU PANJANG. Diberdayakan oleh Blogger.

Categories

Blog Archive

Recent Posts

Unordered List

  • #
  • #
  • #

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.